Tampilkan postingan dengan label SADHANA BHAKTI - KARMA - JNANA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SADHANA BHAKTI - KARMA - JNANA. Tampilkan semua postingan

सधन III. SKJ:10

''Bila kamu hendak menyambung listrik dari pusat listrik ketempat tinggalmu untuk menerangi rumahmu, kamu harus mendirikan tiang-tiang pada jarak yang teratur dan menghubungkan rumah dengan pusat tenaga dengan kabel. Begitu juga, bila kamu ingin memperoleh Karunia Tuhan, lakukanlah Sahana dengan waktu yang teratur dan hubungkan dirimu dengan Tuhan memakai kabel Smarana''


-----Sathya Sai

सधन III. SKJ:9

''Sadhana yang baik bermaksud untuk menemukan kenyataan Atma dan untuk mengetahui kekeluargaanmu dalam bungkusan Atma dengan yang lainnya. Badan harus dipelihara baik-baik sampai ini tercapai; kegunaannya justru hanya itu. Peliharalah tetap terang bercahaya, ia adalah perahu yang dapat membawamu menyeberangi laut khayal, kepalsuan yang berganda. Jangan ditambah bebannya dengan keterikatan terhadap benda-benda yang lainnya; karena ia dalam bahaya tenggelam selama berlayar. Namasmarana adalah Sadhana yang sangat efektif. Ingatlah dengan setiap nama kejayaan dibelakang nama itu, Bebaskan diri dari kemarahan, kecemburuan, kebencian, dendam, dan kemilikan. Jangan berusaha mencari kekurangan orang lain, jangan merasa senang dengan penemuan tersebut; bila orang lain menunjukkan kepadamu kekuranganmu, kamu harus mengucapkan terima kasih; atau diam seperti Budha''

------ Sri Sathya Sai Baba

सधन III. SKJ:7

'' Setiap anggota species yang hidup, mempunyai bentuk cinta sampingan terhadap keturunannya, induknya membantu dan menjaga makanan dan minumannya, kegembiraan dan permainannya. Setiap tipe cinta kasih mempunyai nama-nama yang cocok terhadap obyek yang telah ditetapkan . Cinta kasih itu disebut kesayangan bila ditujukan kepada anaknya; disebut tergila-gila bila ditujukan kepada yang kurang beruntung , persaudaraan bila ditujukan sesamanya; keterikatann bila ditujukan kepada benda-benda atau tempat, menjadi rawan dalam berbagai kasus, persahabatan dengan yang lainnya. Bila ditujukan kepada sesepuh, guru dan orang tua, cinta itu disebut hormat, merendahkan diri dan sebagainya. Tetapi bhakti adalah istilah yang hanya dipakai dengan perkenan, terhadap Tuhan. Bila cinta kasih ini pecah menjadi banyak pancuran yang mengalir ke banyak arah, itu akan menyebabkan kesedihan belaka, karena mendapat kesulitan pada benda-benda yang mematikan disetiap saat. Karena itu, biarlah cinta kasih itu mengalir ke satu titik, kelautan kemulyaan uhan, itulah Sadhana yang disebut Bhakti''

------------Sathya Sai Baba

सधन III. SKJ:5

5.
''yang dekat itu dapat diperoleh dengan bhakti, yang tak dapat bertahan kecuali setelah bebas dari 'aku' dan 'punyaku'. apabila narapidana diambil dari suatu tempat dan dibawa ke tempat lain, dia ditemani oleh dua orang anggota polisi, bukan? bila seseorang yang terpenjara disini bergerak dari suatu tempat ketempat lain, ia juga ditemani oleh ahamkara dan mamakara, ke-akuan dan keterikatan. apabila ia berpindah-pindah tanpa yang kedua itu, kamu dapat memastikan, ia orang bebas, dibebaskan dari penjara''

----sathya sai

सधन III. SKJ:4

4.
''melangkah setapak demi setapak untuk mencapai ujung jalan. satu tindakan disusul dengan yang lainnya, menjadikan kebiasaan yang baik. dengan mendengarkan, kamu dapat bertindak. pastikanlah untuk bertindak, bergabung hanya dengan teman yang baik, hanya membaca buku-buku yang memberi kemajuan, membangun kebiasaan namasmarana (menyebut nama - nama tuhan), kemudian ajnana akan lenyap secara otomatis. anandam akan memancar dari dalam dengan merenungkan anandaswarupa akan mengusir segala kesedihan dan kecemasan''

--sathya sai

सधन III. SKJ:3

3.
''bila kamu menyebarkan benih pada permukaan tanah, ia tak akan tumbuh. kamu harus meletakkannya dalam tanah. demikian pula bhoda, bila disebarkan pada permukaan, tak akan tumbuh, menjadi pohon pengetahuan dan menghasilkan buah kebijakan. tanamlah dalam hati, sirami tanaman itu dengan prema, rabuklah dengan keimanan dan keberanian, semprotlah dengan pestisida bhajana dan sadsanga, sehingga kamu dapat memperoleh keuntungan pada akhirnya. kamu juga belum memulai melakukan sadhana, masih juga kamu menghendaki santhi; mengharapkan karunia. bagaimana mungkin itu terjadi? mulailah! kemudian segala sesuatunya dapat ditambahkan kepadamu''


---sathya sai

सधन III. SKJ:2

2.
''bhakti dapat dikenal sebagai disiplin yang mampu merubah egoisme dan membatasi 'aku' dan 'punyaku'. itulah sebabnya mengapa seorang bhakta dinyatakan oleh mereka yang mengetahui sebagai seorang 'a-wibhakta' dengan tuhan, 'tidak terpisahkan dari tuhan' selalu dalam kondisi apapun. tindakan dan perasaannya berpusatkan tuhan. mestinya bila kamu berdoa dalam keadaan tertekan oleh kesukaran, kecemasan dan kerugian, 'ya tuhan! selamatkanlah aku, bebaskan aku dari petaka ini' dan bila hal itu lewat, bila sekali lagi kamu menerjuni urusan objektif diperbudak oleh tujuan-tujuan duniawi; tingkah laku yang demikian wajar disesalkan''

---sathya sai

सधन III. SKJ:1

1.
''bhakti atau pengabdian kepada tuhan jangan dinilai atau diukur dengan tasbih atau lilin, terek (gambar tanda suruh) didahi, rambut kusam atau gemerincingannya gelang kaki; alasan dan niat suci itulah yang pokok, sehingga prema (cinta kasih), yang merupakan satu komponen bhakti tidak merembes keluar dari hati nurani. tanda-tanda luar bhakti yang sejati, ada tiga, yaitu: kepercayaan, kerendahan hati dan keprihatinan. kepercayaan adalah kemenangan akhir dari kebenaran dan cinta kasih; rendah hati dihadapan orang yang lebih tua dan bijaksana; keprihatinan dalam kehadiran kejahatan; kekhawatiran bercampur dengan teman-teman yang buruk, masuk dalam rencana kejahatan, bertindak yang berentangan dengan bisikan hati nurani. bhakti tidak akan tumbuh dari luar diri manusia; bhakti harus ditumbuhkan dari dalam dengan usaha membersihkan mental, untuk mengetahui hakekat asal mula manusia dan alam semesta, untuk mencoba memegang dengan tangan rohani, hubungan manusia dengan segala objek luar yang sekarang mempesonakan dan menggagalkannya''

--sri sathya sai

सधन SADHANA : DISIPLIN SPIRITUIL

Merupakan point-point spiritual yang disarikan dari wejangan Bhagavan Sri Sathya Sai Baba, yang pertama kalinya dihimpun oleh alm. N.Kasturi, "SADHANA The Inward Path Quotations from the divine discourse of Bhagavan Sri Sathya Sai Baba".
yang dialih bahasakan oleh Dr I Dewa Gde Malih.

ओम साईं नमो नम:
श्री साईं नमो नम:
जय जय साईं नमो नम:
सद्गुरु साईं नमो नम: