सधन II. RJW:60

60.
''manusia mengharapkan kedamaian, kebahagiaan dan karunia untuk dirinya. ini dapat dimiliki dengan membayar pajak dalam bentuk meditasi untuk kedamaian, berdoa untuk kebahagiaan dan rahmatnya dan bermacam-macam disiplin bathin lainnya untuk kebaikan yang sepadan. apabila kamu bekerja separuh waktu (part timer), kamu mendapat imbalan separuh. pada masa kini pengabdi pengabdi separuh waktu mengharapkan imbalan penuh untuk pengabdian yang hanya separuh hati. bagaimana kamu mendapatkannya? apabila kamu hanya memberikan separuh hatimu dan mengharapkan imbalan sepenuhnya dari karunia tuhan, hal itu seperti meminta bayaran penuh untuk pekerjaan yang hanya separuh. apabila kamu menyadari dengan sepenuh hatimu, bahwa segala sesuatu yang kamu lakukan atas karunia tuhan, maka pastilah sepenuhnya akan dikabulkan tuhan. cobalah, kamu akan mendapatkannya''

--sri sathya sai

सधन II. RJW:59

59.
''kebahagiaan yang sebenarnya bertahta didalam hati dan pikiran kita. tanpa menggunakan akal budi kita yang semestinya, tanpa mengembangkan rasa ketidakterikatan terhadap badan kita dan tanpa memiliki rasa percaya terhadap yang bersifat ilahi, kita nampaknya tak akan dapat memetik buah tindakan kita. bila kamu jauh dari keinginan untuk mensucikan hati dan bathinmu dan bila sangat cenderung untuk menikmati keinginan indera-indera, kamu tidak akan pernah memetik buah perbuatanmu, meskipun kamu berdoa kepada tuhan untuk memohon karunia-nya''

---sathya sai

सधन II. RJW:58

58.
'' jika hanya untuk memperhatikan kebutuhan tubuh, berilah makanan tiga kali sehari untuk menjaga kelancaran fungsinya, demikian juga , pergunakan waktu sedikit untuk memelihara kesadaran rokhanimu supaya berfungsi. pergunakan satu jam diwaktu pagi, dan lainnya diwaktu malam dan yang ketiga sebelum matahari tenggelam, brahmamuhurtha saat japam dan meditasi untuk tuhan. kamu akan memperoleh ketenangan sebagai sumber kekuatan yang muncul dari dalam setelah maju dalam sadhana. setelah beberapa waktu, hatimu akan terikat pada nama, kapanpun dan dalam kegiatan apapun juga; akhirnya kedamaian akan menjadi temanmu yang akrab''

---sathya sai

सधन II. RJW:57

57.
''kurangilah keinginan-keinginan, hidup sederhana, itulah jalan menuju kebahagiaan. keterikatan menimbulkan kesusahan setelah disadari; dan akhirnya, ketika kematian menuntut bahwa segala sesuatu harus ditinggalkan dan setiap orang juga ditinggalkan, kamu dikuasai kesedihan. jadilah seperti teratai diatas air, dipermukaan bukan didalamnya. air dibutuhkan oleh teratai untuk pertumbuhannya; tetapi tidak memberikan setetespun untuk membasahinya''

---sathya sai

सधन II. RJW:56

56.
''tinggalkan paham keterpisahan dirimu; lihatlah pada semua mahluk hidup, dirimu; dan dirimu pada semua mahluk hidup. itulah penolakan yang tertinggi, penolakan terhadap indra keakuan yang membuat kamu terikat pada tempat yang sementara ini, bungkusan tulang dan daging, berkulitkan nama dan rupa. latihan spirituil terdiri atas dua hal: renungan pada tuhan dan penemuan realitas, hakekat pembawaan seseorang''

---sathya sai

सधन II. RJW:55

55.
'' untuk dapat memiliki pandangan tuhan, kamu harus membersihkan rokhanimu dan melaksanakan kehidupan yang budiman. kita harus menjaga akal budi kita untuk tidak terlibat dalam isu-isu duniawi. akal budi atau kecerdasan jangan digunakan sebagai alat untuk mengenyangkan jasmani dan menggoda mental. sebaliknya ia harus dipergunakan untuk penyelamatan atma. atma harus menjadi saksi yang tak terpengaruh oleh lingkungannya. kemudian ia berada dalam keadaan niwritti. dalam hal ini kerugian kerja tak ada hubungannya dengan niwritti. hanya pengorbanan keinginan orang sajalah yang ada hubungannya dengan niwritti''

---sathya sai

सधन II. RJW:54

54.
''pikiran juga akan hilang secepat penelitian dimulai, karena hal itu berarti seperti kain yang tersusun dari anyaman benang. setiap helai benang merupakan keinginan, sebuah harapan, sebuah keterikatan. sisihkanlah benang itu dan kain itu akan lenyap. khayal itu ibarat kapas, keinginan adalah benang, pikiran merupakan kainnya. melalui wairagya, anyaman dapat dibongkar. sadhana harus mempunyai pengaman pribadinya, yaitu wiweka dan wairagya. sehingga ia dapat bergerak didunia ini tanpa senjata''

---sathya sai

सधन II. RJW:53

53.
'' ananda yang kamu peroleh, bila kamu baik-baik dan berbuat baik, sudah cukup memberikan inspirasi dan cukup berarti. hindarilah segala godaan jatuh kedalam pergaulan jahat. ini akan memberimu rasa kehormatan diri; kamu akan mampu berdiri diatas dasar tujuanmu; kamu tak usah menundukkan kepala dihadapan siapapun. apabila kamu hidup seperti itu, kehidupan itu sendiri adalah suatu prachara yang baik buat-ku. apabila kepalsuan dan kebencian meraja lela ambillah sebagai ujian dari wiweka dan kshama-mu (kesabaranmu)''


---sathya sai

सधन II. RJW:52

52.
''SESEORANG MEMINJAM UANG DARI YANG LAINNYA DAN BERJANJI UNTUK MENGEMBALIKANNYA SETELAH MATAHARI TERBIT BESOK. YANG LAINNYA ITU BERTANYA; ''BAGAIMANA KAMU MEMASTIKAN, MATAHARI AKAN TERBIT DIHARI ESOK?'' DITANYA BEGITU SIPEMINJAM MENJAWAB, ''TETAPI BAGAIMANA KAMU YAKIN BAHWA AKU MASIH HIDUP UNTUK MENGEMBALIKANNYA ATAU KAMU MASIH HIDUP UNTUK MENERIMANYA KEMBALI?'' SEGALA SESUATU MENGENAI KEHIDUPAN  ADALAH TIDAK PASTI. SEHINGGA, MAJULAH TERUS, SEJAK SAAT INI, AMBILLAH PALING SEDIKIT BEBERAPA LANGKAH YANG MENGARAH TUJUAN, SELAGI KAMU MENDAPAT KESEMPATAN. HANYA DENGAN USAHA ITU SAJA MUDAH-MUDAHAN TUHAN BERKENAN MEMBERIKAN KAMU KESEMPATAN HINGGA KAMU MENCAPAI TUJUAN''


---SRI SATHYA SAI BABA

सधन II. RJW:51

51.
''badan adalah wahana yang kamu harus pakai untuk mencapai keadaan bahagia sehingga ia harus dijaga agar sehat dan kuat untuk mencapai tujuan yang tinggi tersebut. ia adalah alat sadhana yang telah diterima karena jasa kehidupan sebelumnya. setiap saat ia berjalan menuju kehancuran sehingga waktu jangan dibuang untuk mengejar hal-hal yang tidak bermanfaat. adalah lebih baik kita menganggap badan sebagai wahana yang bermakna terbatas, dari pada diangkat ketingkat ada dan akhir dari seluruh kehidupan. perlakukanlah sebagai luka yang memerlukan verban (pakaian), obati dengan obat (makanan) dan bersihkanlah (mandi dan minum), kamu dapat melepaskan diri dari keterikatan diluar batas; hanya dengan cara demikian''

---sri sathya sai

सधन SADHANA : DISIPLIN SPIRITUIL

Merupakan point-point spiritual yang disarikan dari wejangan Bhagavan Sri Sathya Sai Baba, yang pertama kalinya dihimpun oleh alm. N.Kasturi, "SADHANA The Inward Path Quotations from the divine discourse of Bhagavan Sri Sathya Sai Baba".
yang dialih bahasakan oleh Dr I Dewa Gde Malih.

ओम साईं नमो नम:
श्री साईं नमो नम:
जय जय साईं नमो नम:
सद्गुरु साईं नमो नम: