सधन II. RJW: 2

2.

"Sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang-orang sampai sekarang, adalah "Dimanakah tuhan itu berada?" Dengan mengucapkan nama Tuhan secara terus-menerus, Prahlada mengetahui, bahwa Tuhan itu berada dimana-mana; adalah tidak benar untuk menyatakan , "Dia hanya ada disini" atau "Dia hanya ada disana". Perwujudan dari kebenaran ini hanya dapat terjadi setelah melakukan Sadhana yang giat."

(Sathya Sai Baba)

===============================================
 ''the question, 'where does god exist?' is often trotted out by people nowadays. by unceasing recitation of the name of god, prahlada knew that god is everywhere; it is not correct to assert, 'he is only here' or that 'he is not there.' the realization of this truth can come only after intense sadhana''


-- sathya sai baba
=============================================== 

सधन II. RJW: 1

1.

"Tidak ada masyarakat manusia lain, selain masyarakat Hindu yang telah memikirkan begitu dalam persoalan lahir dan mati, berfikir dan lanjutan dari akibat pemikiran, berbicara dan berbuat sesudah kematian. Pemecahan yang mereka temukan dan membuktikannya adalah begitu menyeluruh, sangat meyakinkan dan sangat bermanfaat bagi peningkatan kehidupan pribadi dan masyarakat, yang telah mereka uji selama berabad-abad dengan penilaian kritis oleh para sarjana dan orang-0rang bijaksana dari seluruh negeri. Satu segi yang patut dihargai dari penelitian ini adalah bahwa akal budhi tak pernah mengambil tempat yang kedua. Pada setiap langkah, sadhana diperkuat oleh akal budhi. Sadhana adalah aturan hidup. Penyakit Ajnana disembuhkan dengan tablet Prajnana; yaitu, kerusakan yang diakibatkan oleh kebodohan dapat disembuhkan dengan pengetahuan yang lebih tinggi."

(Sathya Sai Baba)

===============================================
 ''no other human community has gone so deep into the problem of birth and death, of thoughts, and the continuity of the consequences of thought, word and deeds after death, as the hindus. the solutions they discovered and verified are so universal, so convincing and so benefisial for individual and social uplift, that they have stood the test of centuries of critical assessment by scholars and sages of all lands. one commendable feature of this investigation is that reason has never taken a second place. at every step of the sadhana is to reinforced by reason. the sadhana is the regimen. the disease of ajnana (ignorance) is cured by the 'tablet' prajnana (higher knowledge); that is to say, the damaging consequence of ignorance is cured by the higher knowledge''

-- sathya sai
===============================================

सधन I. DS-S: 30


30.

" Untuk mencapai dan memahami ke-Tuhanan, kita harus menjalankan Sadhana dan berkelakuan sedikit banyaknya, seperti Tuhan."

(Sathya Sai Baba)

=============================================
 '' in order to attain and understand divinity, we must undertake sadhana and behave in a way that is like the divine''


---sathya sai baba
============================================= 

सधन I. DS-S: 29


29.

"Kamu diperingatkan untuk menggunakan waktu dalam meditasi atau Japam, atau mengejar dengan diam- diam Namasmarana; untuk kedamaian dan kebahagiaan yang tidak dapat diketemukan di dunia luar; karena harta kekayaan tersebut tersembunyi didalam kerajaan hati manusia; sekali ditemukan, orang tak akan menjadi lebih sedih atau goncang. Sebab itu pergunakanlah suasana yang suci ini , kesempatan yang indah, suatu hari yang sangat berharga untuk diisi sepenuhnya. Dengan setiap hirupan nafas , nyatakanlah Nama Tuhan. Hidup didalam Tuhan, untuk Tuhan, bersama Tuhan."

(Sathya Sai Baba)

=============================================
 ''tou are advised to spend time in meditation or japam or the quiet pursuit of namasmarana; for, peace and joy are not to be found in external nature. they are treasures lying hidden in the inner realm of man: once they are located, man can never more be sad or agitated. so use this holy atmosphere, this splendid chance, these precious days to the fullest. with every inhalation, utter the name of god; with every wxhalation, utter the name of god. live in god, for him , with him''


--- sathya sai baba
============================================= 

सधन I. DS-S: 28


28.

"Mata harus dilatih untuk menemukan tapak kaki Tuhan; dalam proses ini pikiran harus dikuasai. Rohani adalah porosnya pikiran dan perasaan. Hati adalah aspek pikiran dari Brahman; kesadaran yang Absolut. Kepribadian yang absolut akan memanifestasikan diri-nya pada kegiatan membayang-bayangkan dari manah atau hati. Akan tetapi, mestinya diarahkan kepada yang Absolut, ia memutarnya keluar dan mulai menggunakan panca indera sebagai alat, ia melupakan sumbernya yaitu Atman. Mengapa dan bagaimana ini terjadi, tak dapat diterangkan; kita ketahui kejadian ini dan dapat dihindari atau dihalangi. Akal budhi tak dapat mengerti atau memahami rahasia yang disebut Maya, karena akal budhi diikat olehnya. Itulah sebabnya seseorang harus melampaui akal budhi untuk mampu memahaminya; dan itulah kenyataan yang harus dihadapi. Hati (manah) adalah latar belakangnya. Apabila pikiran dan kegiatan hati nampak sehat, tanpa kekerasan, dipenuhi dengan cinta kasih dan secara moral harmonis, maka kedamaian sangat dekat dan Brahman dapat dicapai. Itulah sebabnya mengapa Sadhana harus diikuti (dilaksanakan) secara tepat, untuk melatih akal bathin kearah Tuhan, sumber segala sumber."

(Sathya Sai Baba)

==============================================
 '' the eyes have to be trained to discover the footprints of god; in the process, the mind has to be mastered. the mind is the pivot of thougts and feelings. the mind is the thinking aspect of brahman; the absolute consciousness. the absolute self manifesting itself in imaginative activity in mind. however, instead of turning towards the absolute, it turns outward, and starts using the senses as its instrument. it forgets its source, the atma. how and why this happens is iexplicable. we know that this happens and that it can be avoided and prevented. the intelect cannot grasp the secret, which is called, maya (the mysterious, creative and delusive power of brahman through which god projects the appearance of the universe), for it too is bound by it. one has to transcend the intelect in order to understand it that is a fact and the fact has to be faced. the mind is the background of the world. if thoughts and activities of the mind are sound, healthy, non-violent, filled with love, morally harmonious, then, peace is near at hand and brahman can be attained. that is why sadhana is to be strictly pursued to train the mind inward, toward god, its source''


--- sathya sai baba
==============================================

 

सधन I. DS-S: 27


27.

"Apabila kamu memasuki toko dan memilih kain untuk bahan celana atau kemeja, kamu minta yang warna hitam; dan apa alasan memilih yang hitam dan tidak menyukai yang putih atau warna muda, karena yang hitam mampu menyembunyikan kotoran. Keinginan tidak untuk menyisihkan kotoran, tetapi menyembunyikan dari pandangan. Inilah yang merupakan kelemahan menyeluruh. Orang-orang malu karena kotoran; mereka tidak mencari kebersihan pada hatinya, yang dapat diperoleh hanya dengan Kasih Sayang dan Kebenaran. Juga dengan mengulangi mantra menghubungi Guru (Tuhan), serta dengan disiplin rokhani (Sadhana) yang dipraktekkan secara teratur, mantap dengan penuh kepercayaan."

(Sathya Sai Baba)

==============================================
 ''when you enter a shop and select cloth for pants or bush shirts, you ask for black, and the reason why you prefer that colour and dislike white or light shades is that the black will not reveal dirt! the desire is not to remove the dirt, but, to hide it from gaze. this has become a universal weakness. people are ashaned of dirt; they do not seek cleanliness in the heart. that can be won only through prema and sathya (truth), through the repetition of the manthra communicated by the guru and by sadhana, practised regularly and steadily, with faith''


---- sathya sai
==============================================

सधन I. DS-S: 26


26.

"Seperti gajah liar yang berkeliaran di hutan, yang pemimpin gerombolannya terjerat dan tertangkap dan dilatih duduk pada meja berkaki tiga di arena sirkus, demikian juga pikiran manusia harus dilatih secara sistematik dalam proses disiplin. (Sama, Dama, Uparathi, Thithiksha, Sraddha, dan Samadhana) dimana semuanya ini merongrong kepentingan manusia. Untuk menjadi seorang hakim dan jaksa, seseorang harus berijasah sarjana hukum; untuk menjadi seorang dokter, diperlukan ijasah kedokteran dan mendaftarkan pada Kementrian Kesehatan. Dimana-mana untuk setiap profesi atau jabatan diperlukan kemampuanmu. Berapa banyak hitungan yang pantas yang diperlukan dalam lapangan spirituil? Untuk memperoleh karunia Tuhan? Kamu berangan-angan tinggi, namun tidak berusaha untuk mencapai ketinggian tersebut.
Dalam masalah kerohanian, kepercayaan adalah sangat penting. Keragu-raguan menggoncangkan dasar dari Sadhana, sebab itu harus dihindarkan. Percaya pada kebijaksanaan kuno, tidak memasuki otakmu yang kecil, apalagi terhadap gerak hati orang-orang bijaksana yang suci dan penemuan mereka."

(Sathya Sai Baba)

==============================================
 ''just as the wild elephant, roaming in the forest as the head of the herd, is trapped and trained to sit on a three legged stool in the circus ring, the maind of man too has to be trained by a systematic process of discipline -- sama (control of the senses), dama (detachment), uparathi (practice of withdrawal of senses from the objective world), thithiksha (vigilance, fortitude), sraddha (steady faith) and samadhana (mind control) -- so that it may subserve the ebst interests of man. to go before a magistrate and plead, one has to pass the LL.B. degree examination; to be able to prescribe medicine to asick man, you must pass the M.B.B.S. degree examination. you have to obtain  a lisence or have your name entered in the register of medical practioners. everywhere for every profesion or post they ask you your qualifications. how much more is the need for proper qualifications in the spiritual field, for winning the grace of the god? you aim high, but, you make no effort to reach that height. in spiritual matters, faith is the very essence. doubt shakes the foundations of sadhana and is, therefore, to be avoided. have faith in the wisdom of the ancients; do not pit your tiny little brain against the intuitions of saints and their discoveries''

-- sathya sai
==============================================

सधन I. DS-S: 25


25.

"Apabila kamu tertekan oleh apa yang kamu perkirakan sebagai kehilangan atau mala petaka, bergabunglah pada Namasmarana mengucapkan dan mengingat Nama-nama Tuhan, yang akan memberimu hiburan, keberanian dan pandangan yang benar.
Ingatlah, kesedihan dan mala petaka yang dialami oleh para arif bijaksana yang diterima dengan pasrah pada setiap prahara.
Orang mentertawainya dan menyebutnya gila; tetapi para arif bijaksana mengetahui bahwa mereka dalam karunia kasih sayang Tuhan; bukan dalam Rumah Sakit Jiwa.
Mereka mempunyai penuh kepercayaan pada nasib mereka, begitu pula kepada Tuhan; mereka tersenyum bila halangan menghadang kegembiraan mereka, karena mereka tahu, kekuatan mereka yang terpendam, tersimpan dalam Atma."

(Sathya Sai Baba)

===============================================
 ''when you are depressed by what appears to be loss or calamity, engage yourselves in namasmarana, the recitation and recollection of the names of the lord; that will give you consolation, courage and the true perspective. remember the distress and calamity that the saints underwent with enthusiastic welcome and be calm during every storm. people laughed at them and called them mad; but they knew that they were in the grace hospital of god, not the mental hospital of man. they had full faith in their destiny and so they had full faith in god; they laughed when calamities tried to cow down their eagerness, for they knew their latent strength of atma (divine soul) within''

--- sathya sai
=============================================== 

सधन I. DS-S: 24


24.

"Penyerahan diri baru dapat dilakukan hanya setelah kemampuan penguasaan tak terpengaruh dari bujukan kesenangan panca indra, disertai dengan kemampuan membedakan antara kebenaran dan kepalsuan. Cacat ke-Akuan dan ke-Milikan harus dikuras dengan keteguhan Sadhana dan yang penting dari disiplin rokhani adalah pemujaan Nama Suci Tuhan (Namasmarana). karena apabila kamu bernaung dibawah Nama Tuhan Yang Maha Agung, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Jaya dan Maha Berada; dan semuanya ini tertanam dalam kesadaran, kemampuan dan kecakapan seperti tertutupi dalam ke Ilahian. Dengan demikian kerendahan hati bertambah, penyerahan diri menjadi mungkin dan sangat mudah. Inilah tujuan kehadiran manusia di dunia, untuk melihat Tuhan dan bergabung dalam kejayaanNya. Semua kemenangan yang lain adalah percuma. Kitab-kitab Weda menunjukkan hal ini sebagai tujuan akhir dari umat manusia. Upanisad-upanisad menerangkan jalan tersebut, Bhagawadgita meneranginya. Orang-orang suci dan arif bjaksana menyatakan keagungan jalan itu. Awatara datang, apabila manusia tersesat, hilang dikegelapan dan menjadi korban."

(Sathya Sai Baba)

===============================================
 ''surrender can be effected only after the perfection of detachment from sensual pleasures, accompanied by discrimination between the real and the unreal. the taints of 'i' and 'mine' have to be removed by rigorous sadhana, chief among the disciplines being namasmarana (repeating the name of the lord); for, when you dwell on the names of the lord, his majesty, his grace, his potence, his pervasiveness, these get fixed in the consciousness and one's own capacities and capabilities get eclipsed in the divine. so, humility increases and surrender is posible, quite easily. this is the very purpose of human existence, to see god and merge in his glory. all other victories are futile. the vedas proclaim this to be the final goal of man. the upanishads declare the path. the gita illumines it. the saints and sages proclaim its grandeur. avathars (incarnations of god) come when people stray away from it and get lost in the wilderness and the wastes''


---sathya sai
=============================================== 

सधन I. DS-S: 23


23.

"Bila perhatian orang tidak terikat pada turun naiknya kehidupan, tetapi mampu memelihara ketenangan dalam segala hal. maka dengan demikian kesehatan phisikpun dapat dijamin. Cakrawala mental haruslah seperti langit, tidak mengandung bekas tanda jalannya burung, kapal udara atau awan. Sakit kebanyakan disebabkan oleh karena salah makan dari pikiran daripada jasmani (badan).
 Dokter berbicara tentang kekurangan vitamin, Aku akan menyebutnya kekurangan vitamin"T" dan aku akan menyarankan untuk mengulang-ngulang Nama Tuhan, dengan sedikit tambahan renungan terhadap kejayaan-Nya dan karunia-Nya. Itulah yang disebut vitamin"T". Dan itu lah yang disebut pengobatan, pengaturan kebiasaan hidup yaitu 2/3 nya adalah perawatan, sedang 1/3 nya pengobatan."

(Baba)

===============================================
 ''when the mind of man is unattached to the ups and downs of life; but is able to maintain equanimity under all circumstances, then even physical health can be assured. the mental firmament must be like the sky, which bears no mark of the passage through it of birds or planes or clouds. illness are caused more by malnutrition of the mind than of the body.doctors speak of vitamin deficiency; i will call it the deficiency of vitamin g and i will recommend the repetition of the name of god, with accompanying contemplation of the glory and grace of god. that is vitamin g. that is the medicine; regulated life and habits are 2/3 of treatment, while the medicine is just 1/3 only''

---sathya sai
=============================================== 

सधन SADHANA : DISIPLIN SPIRITUIL

Merupakan point-point spiritual yang disarikan dari wejangan Bhagavan Sri Sathya Sai Baba, yang pertama kalinya dihimpun oleh alm. N.Kasturi, "SADHANA The Inward Path Quotations from the divine discourse of Bhagavan Sri Sathya Sai Baba".
yang dialih bahasakan oleh Dr I Dewa Gde Malih.

ओम साईं नमो नम:
श्री साईं नमो नम:
जय जय साईं नमो नम:
सद्गुरु साईं नमो नम: